Loading...

Jumat, 30 April 2010

Satuan Acara Penyuluhan Jiwa

SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik : Kegawat Daruratan Psikiatri Peran Keluarga Dan Penatalaksanaan
Sasaran : Keluarga Pasien di Ruang 23
Tempat : Ruang 23 Rs. Dr Saiful Anwar Malang
Hari/Tanggal : Jumat, 17 Maret 2010
Waktu : 1 X 20 Menit

1.Tujuan Instruksional Umum
Untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam merawat keluarga klien yang mengalami gangguan jiwa
2.Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan ibu dapat :
a.Menyebutkan pengertian Psikiatri atau gangguan jiwa
b.Menyebutkan macam-macam gangguan jiwa
c.Menyebutkan etiologi dari gangguan jiwa
d.Menyebutkan dampak gangguan jiwa
e.Menyebutkan macam-macam kegawat daruratan gangguan jiwa
f.Menyebutkan pengertian Peran keluarga
g.Menyebutkan peran keluarga dalam perawatan gangguan jiwa
h.Menyebutkan ciri-ciri fungsi keluarga
i.Menyebutkan manfaat dari terapi keluarga
j.Menyebutkan Penatalaksanaan Peran Keluarga
3.Sasaran
Keluarga klien di Ruang 23 Rs. Dr Saiful Anwar Malang
4.Materi
a.Definisi Psikiatri atau gangguan jiwa
b.Macam-macam gangguan jiwa
c.Dampak gangguan jiwa
d.Etiologi dari gangguan jiwa
e.Macam-macam kegawat daruratan gangguan jiwa
f.Penatalaksanaan gangguan jiwa

g.Definisi peran keluarga
h.Peran keluarga dalam perawatn gangguan jiwa
i.Ciri-ciri Fungsi keluarga
j.Manfaat terapi keluarga
5.Metode
Ceramah
Tanya jawab
6.Media
Lembar balik
leflet
7.Kriteria Evaluasi
Kriteria struktur :
a.Peserta keluarga klien yang ada diruang 23 Rs. Dr Saiful Anwar
b.Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan diruang rehabilitasi (ruang 23), Rs. Dr Saiful Anwar Malang.
c.Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat penyuluhan.
Kriteria Proses :
a.Keluarga klien antusias terhadap materi penyuluhan.
b.Keluarga klien mendengarkan penyuluhan.
c.Keluarga klien mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara lengkap dan benar.
Kriteria Hasil :
a.Keluarga klien mengetahui pengertian Psikiatri atau gangguan jiwa
b.Keluarga klien mengetahui macam-macam gangguan jiwa
c.Keluarga klien mengetahui dampak gangguan jiwa
d.Keluarga klien mengetahui etiologi dari gangguan jiwa
e.Keluarga klien mengetahui macam-macam kegawat daruratan gangguan jiwa
f.Keluarga klien mengetahui Penatalaksanaan gangguan jiwa
g.Keluarga klien mengetahui pengertian peran keluarga
h.Keluarga klien mengetahui peran keluarga dalam perawatn gangguan jiwa
i.Keluarga klien mengetahui ciri-ciri fungsi keluarga
j.Keluarga klien mengetahui manfaat dari terapi keluarga
Langkah-langkah Penyuluhan
a.Persiapan
Persiapan pengetahuan (pedalaman materi penyaji) dan ketrampilan.
b.Membuat sistematika penyuluhan dan SAP
1. Mempersiapkan alat bantu
2. Mempersiapkan tempat penyuluhan
8.Kegiatan penyuluhan
NO
WAKTU
KEGIATAN PENYULUHAN
KEGIATAN PESERTA
1
3 Menit
Pembukaan:
Memperkenalkan diri
Menjelaskan tujuan dari penyuluhan.
Melakukan kontrak waktu.
Menyebutkan materi pe-nyuluhan yang akan diberi kan

Menyambut sa lam dan men- dengarkan
Mendengarkan
Mendengarkan
Mendengarkan

2
10 Menit
Pelaksanaan :
Menjelaskan tentang pengertian psikiatri atau gangguan jiwa
Menjelaskan macam-macam gangguan jiwa
Menjelaskan Dampak gangguan jiwa
Menjelaskan etiologi gangguan jiwa
Menjelaskan macam-macam kegawat daruratan gangguan jiwa
Menjelaskan penatalaksanaan gangguan jiwa
Menjelaskan pengertian peran keluarga
Menjelaskan peran keluarga dalam perawatn gangguan jiwa
Menjelaskan ciri-ciri dari fungsi keluarga
Menjelaskan manfaat dari terapi keluarga
Memberikan kesempatan pada keluarga klien untuk bertanya.


Mendengarkan dan memperha tikan
Mendengarkan dan memperha tikan
Mendengarkan dan memperha tikan
Bertanya dan menjawab per tanyaan yg di ajukan

3
5 Menit
Evaluasi :
Menanyakan pada keluarga klien tentang materi yang diberikan dan reinforcement kepada keluarga klien bila dapat menjawab & menjelaskan kembali pertanyaan/materi


Menjawab & menjelaskan pertanyaan
4
2 Menit
Teriminasi :
Mengucapkan terimakasih kepada keluarga klien
Mengucapkan salam

Mendengarkan dan membalas salam




MATERI PENYULUHAN
Kegawat Daruratan Psikiatri Peran Keluarga Dan Penatalaksanaanya

1.1.Pengertian Psikiatri atau Gangguan Jiwa
1.1.1Psikiatri atau Gangguan Jiwa
Psikiatri adalah ilmu kedokteran yang mempelajari semua penyakit dan gangguan jiwa dalam arti yang seluasnya.( pencegahan, pengobatan, rehabilitasi, pencegahan, dan meningkatkan kesehatan jiwa di masyarakat) sedangkan Psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang tingkah laku dan kehidupan psikis( jiwani) manusia.
Gangguan jiwa adalah kondisi dimana proses fisiologik atau mentalnya kurang berfungsi dengan baik sehingga mengganggunya dalam fungsi sehari-hari. Gangguan ini sering juga disebut sebagai gangguan psikiatri atau gangguan mental dan dalam masyarakat umum kadang disebut sebagai gangguan saraf.
Gangguan jiwa yang dialami oleh seseorang bisa memiliki bermacam-macam gejala, baik yang tampak jelas maupun yang hanya terdapat dalam pikirannya. Mulai dari perilaku menghindar dari lingkungan, tidak mau berhubungan/berbicara dengan orang lain dan tidak mau makan hingga yang mengamuk dengan tanpa sebab yang jelas. Mulai dari yang diam saja hingga yang berbicara dengan tidak jelas. Dan adapula yang dapat diajak bicara hingga yang tidak perhatian sama sekali dengan lingkungannya.
1.1.2Macam-Macam Gangguan Jiwa
Gangguan jiwa artinya bahwa yang menonjol ialah gejala-gejala yang psikologik dari unsur psikis (Maramis, 1994)
Macam-macam penderita gangguan jiwa antara lain:
1.Skizofrenia
Skizofrenia merupakan bentuk psikosa fungsional paling berat, dan menimbulkan disorganisasi personalitas yang terbesar. Skizofrenia juga merupakan suatu bentuk psikosa yang sering dijumpai dimana-mana sejak dahulu kala. Meskipun demikian pengetahuan kita tentang sebab-musabab dan patogenisanya sangat kurang
2. Depresi
Depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, kelelahan, rasa putus asa dan tak berdaya, serta gagasan bunuh diri (Kaplan, 1998). Depresi juga dapat diartikan sebagai salah satu bentuk gangguan kejiwaan pada alam perasaan yang ditandai dengan kemurungan, keleluasaan, ketiadaan gairah hidup, perasaan tidak berguna, putus asa dan lain sebagainya (Hawari, 1997).
2.Psikosomatik
Penderita yang menemui kelainan –kelainan atau keluhan pada tubuhnya yang disebabkan oleh faktor-faktor emosional melalui syarat yang menimbulkan perubahan yang tidak mudah pulihnya, misalnya sulit tidur jika banyak masalah, hilangnya nafsu makan, makan berlebih
3.Kelainan kepribadian
Penderita sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial misalnya orang yang suka meledak emosinya
4.Retardasi Mental
Keterbelakangan atau keterlambatan perkembangan jiwa seorang, misalnya dalam memehami ilmu pengetahuan yang baru didapat atau kata-kata baru, cara pemahaman terlalu lama.
5.Rasionalisasi
Dimana penderita sering memutar balikan fakta yang bersangkutan dengan ego individunya sendiri atau daslam arti lain memutar balikan hati nuraninya sendiri yang mengakibatkan kepercayaan diri hilang.
6.Neurosis
Gangguan jiwa yang penderitanya masih dalam keadaan sadar, dengan melalui ketidakberesan tingkah laku susunan syaraf juga karena sikap seseorang terhadap orang lain.
Ciri-Cirinya:
Sering adanya konflk
Reaksi kecemasan
Kerusakan aspek-aspek kepribadian
Phobia
Gangguan pencernaan
7.Psikosis
Pada psikosis ini penderita sudah tidak dapat menyadari apa penyakitnya, karena sudah menyerang keadaan seluruh netral jiwa.
Ciri-cirinya:
Disorientasi proses pemikiran
Gangguan emosional
Disorientasi waktu, ruang, orang
Sering berhalusinasi

1.1.3Dampak Gangguan Jiwa
Adanya gangguan jiwa pada seorang pasien dapat menimbulkan berbagai kondisi antara lain :
1.Gangguan Aktivitas Hidup Sehari-hari
Adanya gangguan jiwa pada seseorang dapat mempengaruhi kemampuan orang tersebut dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti kemampuan untuk merawat diri : mandi, berpakaian, merapikan rambut dan sebagainya; atau berkurangnya kemampuan dan kemauan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya; seperti tidak mau makan, minum, buang air (berak dan kencing) serta diam dengan sedikit gerakan. Apabila kondisi ini dibiarkan berlanjut; maka akhirnya dapat juga menimbulkan penyakit fisik seperti kelaparan dan kurang gizi, sakit infeksi saluran pencernaan dan pernafasan serta adanya penyakit kulit; atau timbul penyakit yang lainnya.
2.Gangguan Hubungan Interpersonal
Disamping berkurangnya kemampuan pasien untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari; seorang pasien gangguan jiwa juga kadang mengalami penurunan kemampuan melakukan hubungan (komunikasi) dengan orag lain. Pasien mungkin tidak mau berbicara, tidak mau menapat orang lain atau menghindar dan memberontak manakala didekati orang lain. Disamping itu mungkin juag pasien tidak mau membicarakan dengan terang-terangan apa yang difikirkannya.
3.Gangguan Peran atau Sosial
Dengan adanya gangguan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari dan berkurangnya kemampuan berhubungan dengan orang lain; maka tentu saja berakibat pada terganggunya peran dalam kehidupan; baik dalam pekerjaannya sehari-hari, dalam kegiatan pendidikan, peran dalam keluarga (sebagai ayah, ibu, anak) dan peran dalam kehidupan sosial yang lebih luas (dalam masyarakat).
Berbagai keadaan yang timbul akibat gangguan jiwa akhirnya dapat merugikan kepentingan keluarga, kelompok dan masyarakat; sehingga peran serta aktif dari seluruh unsur masyarakat sangat diperlukan dalam mengatasi gangguan jiwa.

1.1.4Etiologi Gangguan Jiwa

1.1.5Kegawat Daruratan Gangguan Jiwa

1.1.6Penatalaksanaan Gangguan jiwa
Dalam terapi gangguan jiwa disini mengandung arti proses penyembuhan dan pemulihan jiwa yang benar-benar sehat antara lain:
a.Terapi holistic
Terapi yang tidak hanya menggunakan obat dan ditujukan kepada gangguan jiwa saja dalam arti lain terapi ini mengobati pasien secara menyeluruh.
b.Psikoterapi keagamaan
Terapi yang diberikan dengan kembali mempelajari dan mengamalkan ajaran agama
c.Farmakoterapi
Terapi dengan menggunakan obat. Terapi ini biasanya diberikan oleh dokter dengan memberikan resep obat pada pasien.
d.Terapi perilaku
Terapi yang dimaksudkan agar pasien berubah baik sikap maupun prilakunya terhadap obyek atau situasi yang menakutkan. Secara bertahap pasien dibimbingan dan dilatih untuk menghadapi berbagai obyek atau situasi yang menimbulkan rasa panik atau takut. Sebelum melakkan terapi ini diberikan psikoterapi untuk memperkuat kepercayan pasien terhadap orang lain.

1.2.Pengertian Peran keluarga
1.2.1Psikiatri atau Gangguan Jiwa
Peran adalah suatu pola atau sikap dan tujuan yang diharapkan seseorang berdasarkan posisinya dimasyarakat.Peranan adalah pola tingkah laku yang diharapkan dari seseorang yang menduduki suatu jabatan atau tingkah laku yang diharapkan pantas dari seseorang( Bailon dan Maglayan, 1996)
Keluarga adalah unit pelayanan dasar di masyarakat dan juga merupakan ”Perawat utama” bagi anggota keluarga( Junaiti, 1995)
1.2.2Peran Keluarga Dalam Perawatan Gangguan Jiwa
Keluarga adalah orang-orang yang sangat dekat dengan pasien dan dianggap paling banyak tahu kondisi pasien serta dianggap paling banyak memberi pengaruh pada pasien. Sehingga keluarga sangat penting artinya dalam perawatan dan penyembuhan pasien. Alasan utama pentingnya keluarga dalam perawatan jiwa adalah :
1.Keluarga merupakan lingkup yang paling banyak berhubungan dengan pasien
2.Keluarga (dianggap) paling mengetahui kondisi pasien
3.Gangguan jiwa yang timbul pada pasien mungkin disebabkan adanya cara asuh yang kurang sesuai bagi pasien
4.Pasien yang mengalami gangguan jiwa nantinya akan kembali kedalam masyarakat; khususnya dalam lingkungan keluarga
5.Keluarga merupakan pemberi perawatan utama dalam mencapai pemenuhan kebutuhan dasar dan mengoptimalkan ketenangan jiwa
Peran keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. Hal-hal yang perlu diketahui oleh keluarga dalam perawatan Gangguan Jiwa :
1.Pasien yang mengalami gangguan jiwa adalah manusia yang sama dengan orang lainnya; mempunyai martabat dan memerlukan perlakuan manusiawi
2.Pasien yang mengalami gangguan jiwa mungkin dapat kembali ke masyarakat dan berperan dengan optimal apabila mendapatkan dukungan yang memadai dari seluruh unsur masyarakat. Pasien gangguan jiwa bukan berarti tidak dapat “sembuh”
3.Pasien dengan gangguan jiwa tidak dapat dikatakan “sembuh” secara utuh, tetapi memerlukan bimbingan dan dukungan penuh dari orang lain (dan keluarga)
4.Tujuan perawatan adalah :
a.Meningkatkan Kemandirian pasien
b.Pengoptimalan peran dalam masyarakat
c.Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
5.Pasien memerlukan pemenuhan kebutuhan aktivitas sehari-hari seperti makan, minum dan berpakaian serta kebersihan diri dengan optimal. Keluarga berperan untuk membantu pemenuhan kebutuhan ini sesuai tahap-tahap kemandirian pasien
6.Kegiatan sehari-hari seperti melakukan pekerjaan rumah (ringan), membantu usaha keluarga atau bekerja (seperti orang normal lainnya) merupakan salah satu bentuk terapi pengobatan yang mungkin berguna bagi pasien.
7.Berilah peran secukupnya pada pasien sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki. Pemberian peran yang sesuai dapat meningkatkan harga diri pasien.
8.Berilah motivasi pada pasien sesuai dengan kebutuhan (tidak dibuat-buat) dalam rangka meningkatkan moral dan harga diri.
9.Kembangkan kemampuan yang telah dimiliki oleh pasien pada waktu yang lalu. Kemampuan masa lalu berguna untuk menstimulasi dan meningkatkan fungsi klien sedapat mungkin.

1.2.3Ciri-Ciri Fungsi keluarga
a.Mempertahankan keseimbangan fleksibel dan adaptif
b.Problem emosi
c.Kontak emosi dipertahankan
d.Hubungan yang erat hindari menjauhi masalah
e.Perbedaan antara anggota mendorong pertumbuhan dan kreatifitas
f.Hubungan antar orang tua dan anak

1.2.4Manfaat Terapi keluarga
1.Mempercepat proses penyembuhan
2.Memperbaiki hubungan interpersonal
3.Menurunkan angka kekambuhan


DAFTAR PUSTAKA

Makalah /ibnu.blogspot.com/2008/15/psikologi dan kesehatan mental

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar